Kegagalan North American Free Trade Agreement (Nafta) Dalam Meredam Gerakan Zapatista Di Meksiko (2000-2004)

Authors

  • Sukni Universitas Potensi Utama
  • Stivani Ismawira Sinambela

Abstract

Teori Anarkisme adalah filsafat politik yang menganjuran masyarakat  untuk mengatur diri sendiri dan membuat atau menghasilkan standarisasi yang diperlukan oleh sebuah masyarakat berdasarkan konstruksi sosial yang dimiliki oleh masyarakat untuk mencapai kemakmuran dan keadilan dalam sebuah masyarakat. Gerakan Zapatista senada dengan teori anarkisme yang menganjurkan masyarakat untuk mengatur dirinya sendiri. NAFTA atau yang dikenal juga dengan sebutan North America Free Trade Area merupakan sebuah organisasi yang dibentuk dengan sebuah tujuan yang dapat di katakan mulia yaitu untuk meningkatkan aktivitas perdagangan internasional yang ada di Kawasan tersebut. 1 Januari 1994 merupakan hari ketika ketiga negara, Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada mengesahkan kesepakatan NAFTA. Di hari yang sama di saat NAFTA disepakati oleh ketiga negara tersebut, terdapat sebuah pemberonatkaan rakyat dalam Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional (EZLN) atau yang biasa dikenal dengan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista. Zapatista mendeklarasikan perang terhadap pemerintah Meksiko membuktikan bahwa Zapatista juga menolak adanya perdagangan bebas NAFTA di Meksiko khususnya di Chiapas Meksiko. Pada penelitian ini, peneliti akan menganalisis resistensi gerakan Zapatista terhadap NAFTA yang terjadi di Chiapas Meksiko berdasarkan teori Anarkisme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik dalam menjelaskan fenomena yang terjadi dan menggunakan pendekatan pustaka dalam mengumpulkan data yang substansial bagi penelitian.

Downloads

Published

2023-03-14

Issue

Section

Articles