Metode Mabac Dalam Penentuan Karyawan Tetap (Studi Kasus : PT. Rubber Hock Lie Sunggal)
Abstract
Penelitian ini berfokus pada salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan produksi getah karet, yaitu PT. Rubber Hock Lie Sunggal. Perusahaan ini mempunyai karyawan yang terbagi menjadi karyawan tetap dan karyawan kontrak. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada prosedur mutasi pekerja kontrak menjadi pekerja tetap yang akan dinilai bedasarkan kinerja dari pekerja tersebut. Dalam menilai kinerja para pekerja tetap atau pekerja kontrak, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Proses evaluasi untuk menentukan status pekerja kontrak atau tetap masih belum efektif karena masih berdasarkan prediksi atau perkiraan, sehingga menimbulkan keraguan dalam pengambilan keputusan yang berujung pada kesalahan dan tidak sepenuhnya benar. Hal ini terjadi karena terdapat banyak kriteria penilaian dan karyawan yang dipilih tidak sesuai harapan dikarenakan tidak memiliki kriteria yang sesuai. Akibatnya, saat menentukan status pekerja kontrak, tidak mudah bagi HRD (Human Resources Development) untuk memutuskan pekerja kontrak yang layak untuk dimutasi menjadi karyawan tetap. Faktor lain jua dipengaruhi oleh angka pekerjaan yangcmeningkat, demikian juga jumlah orang yang bekerja. Semakin banyak karyawan, semakin rumit, sehingga sangat sulit untuk memilih dan memprioritaskan pencapaian suatu perusahaan. Pegawai tetap diseleksi berdasarkan faktor evaluasi. Saat ini, proses evaluasi untuk menetapkan tenaga kontrak sebagai pegawai tetap masih dilakukan secara manual.