Sistem Bimbingan Konseling Berbasis Web Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Pada SMP IT Al-Munadi
Keywords:
Metode SAW, Bimbingan Konseling, Sistem Pendukung KeputusanAbstract
Pada SMP IT Al-Munadi terdapat masalah yaitu guru konseling hanya dapat melakukan konseling sekali dalam seminggu ke setiap kelas,membuat guru konseling hanya dapat melihat siswa yang melakukan pelanggaran berat saja seperti pacaran, cabut dari kelas, merokok.dan lain lain.sehingga siswa yang melakukan pelanggaran ringan hanya mendapat teguran tanpa adanya konseling. Keterbatasan waktu yang ada mengakibatkan sulitnya guru konseling melakukan bimbingan konseling kepada seluruh siswa. Permasalahan lain yang ada yaitu perekapan data konseling masig menggunakan buku konseling yang akan membuat pihak sekolah sulit mendata siswa jika adanya penindak lanjutan terhadap siswa tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu agar memudahkan konselor untuk membantu siswa/I mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri, lingkungan sekolah, maupun keluarga yang dapat mempengaruhi perilaku siswa disekolah sehingga dapat melakukan pelanggaran peraturan yang telah ditetap oleh sekolah. Serta tujuan lainnya dapat membantu memcahkan masalah yang dihadapi oleh siswa, dengan begitu guru konseling memiliki peran dalam pencegahan pelanggaran sekolah yang dilakukan oleh siswa/I. Dibutuhkannya solusi dari permasalahan yang ada penulis membuat aplikasi untuk memudahkan guru atau pihak sekolah dalam melakukan pendataan konseling siswa. dalam aplikasi tersebut sudah disertakan metode yang akan menghasilkan urutan nama siswa yang layak didahulukan dalam bimbingan konseling berdasarkan penilaian pelanggaran yang akan diproses oleh metode yang digunakan. Hasil tersebut yang akan guru konseling tentukan untuk mengambil keputusan untuk kedepannya. Aplikasi yang dirancang menggunakan metode sistem pendukung keputusan yang melalui metode Simple Additive Weighting (SAW) hasil akhir dari metode ini yaitu perankingan dengan mengurutkan siswa mana yang lebih layak didahulukan dalam pemberian konseling dan pemantauan perkembangannya serta metode ini membantu seluruh siswa mendapatkan konseling secara bergilir dan terjadwal.