Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Bakar Solar Dengan Simulasi Monte Carlo Di PT. Willy Dwi Perkasa
Keywords:
Pengendalian persediaan,, Simulasi Monte Carlo,, Bahan bakar Solar,, PT Willy Dwi Perkasa,Abstract
Penelitian ini dilakukan di PT.Willy Dwi Perkasa merupakan salah satunya agen resmi dari PT. Pertamina Patra Niaga yang mengelola dan menyalurkan bahan bakar solar ke perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan bahan bakar tersebut. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode Monte Carlo. Metode Monte Carlo diterapkan untuk memprediksi permintaan bahan bakar solar berdasarkan data historis. Simulasi ini menggunakan distribusi probabilitas dan angka acak untuk menghasilkan skenario yang memungkinkan. Hasil simulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa permintaan bahan bakar bervariasi secara acak dengan kisaran antara 400 hingga 800 liter per iterasi. Dengan model ini, perusahaan dapat memperkirakan kebutuhan bahan bakar lebih akurat berdasarkan probabilitas, sehingga pengelolaan persediaan dapat direncanakan lebih baik untuk menghindari kekurangan stok.Probabilitas Kumulatif Lead Time Pemesanan. Analisis probabilitas kumulatif menunjukkan bahwa kemungkinan permintaan bahan bakar berada dalam rentang 0-100 liter sebesar 17,39%, sementara probabilitas mencapai 91,31% untuk kebutuhan yang tidak melebihi 700 liter. Hal ini menandakan bahwa sistem pengendalian bahan bakar perlu disesuaikan agar dapat mengantisipasi permintaan tinggi dan menghindari risiko kehabisan stok.Fluktuasi Permintaan Harian. Permintaan bahan bakar harian berkisar antara 114 hingga 761 liter, dengan rata-rata 533,57 liter dan standar deviasi 178,57 liter. Sebagian besar permintaan berada dalam rentang 493 hingga 650 liter per hari, namun tetap terdapat kemungkinan variasi ekstrem.Analisis Biaya Pembelian. Biaya pembelian bahan bakar harian berkisar antara Rp 1,3 juta hingga Rp 8,8 juta, dengan rata-rata Rp 6,18 juta dan standar deviasi Rp 2,07 juta. Sebagian besar biaya harian berada dalam kisaran Rp 5,7 juta hingga Rp 7,5 juta.Validasi Model Simulasi. Model simulasi Monte Carlo dinyatakan valid karena hasil simulasi menunjukkan pola yang sesuai dengan data historis. Rata-rata permintaan dari simulasi sebesar 540,87 liter mendekati rata-rata historis, dengan standar deviasi yang rendah, menunjukkan kestabilan dalam fluktuasi permintaan. Implikasi untuk Pengelolaan Stok. Dengan penerapan model simulasi yang akurat, perusahaan dapat mengoptimalkan sistem pengendalian bahan bakar solar untuk mengurangi risiko kehabisan stok serta memastikan ketersediaan bahan bakar dalam berbagai kondisi operasional.