Analisis Pengendalian Persediaan Oli Mesin Sepeda Motor Menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity) Pada Bengkel Pardomuan Motor
Keywords:
EOQ (Economic Order Quantity), ROP (Re-Order Point), Safety Stock Bengkel Pardomuan MotorAbstract
Persaingan dalam dunia bisnis menuntut setiap perusahaan untuk melakukan langkah-langkah dan teknik yang tepat untuk bersaing dengan para pesaingnya agar dapat mengimbangi kehadiran perusahaan lain dan tentunya untuk meningkatkan keuntungan yang dihasilkan Oli sangat penting untuk berkendara karena dapat membantu menjaga stabilitas mesin. Melihat banyaknya kendaraan di Indonesia, minat terhadap oli pun semakin meningkat. Untuk menjaga kepuasan pelanggan, Bengkel Pardomuan Motor menetapkan standar mutu oli mesin yang diterima dari supplier. EOQ (Economic Order Quantity) adalah jumlah pesanan yang dapat meminimumkan total biaya persediaan, dan pembelian yang optimal. Selain menetukan EOQ, perusahaan juga perlu menentukan waktu pemesanan kembali barang yang akan dijual atau yang biasa dikenal dengan ROP (Re-Order Point). Penerapan metode EOQ ini dilakukan untuk mencapai tingkat persediaan barang yang seminimum mungkin, biaya rendah dan dengan kualitas yang lebih baik. Sedangkan penerapan ROP ini bertujuan agar pembelian barang yang sudah ditetapkan dalam EOQ tidak menggangu proses penjualan. ROP ini adalah tingkat tertentu (jumlah unit produk paling sedikit) dimana persediaan perlu dipesan kembali untuk memastikan usaha dapat terus memenuhi pemesanan. Dari hasil analisis EOQ dan ROP, perusahaan akan dapat menentukan titik minimum dan maksimun persediaan barang. Hasil penelitian dengan menggunakan metode EOQ dan ROP menunjukan bahwa Bengkel Pardomuan Motor memiliki persediaan maksimun oli mesin adalah 105 botol untuk satu kali pesan, dengan frekuensi pemesanan rata-rata 5 kali dalam dua belas periode, dengan interval pemesanan sekitar 73 hari. Untuk oli mesin, titik pemesanan kembali adalah 12 sampai 18 botol untuk setiap jenisnya dan untuk safety stock Bengkel Pardomuan Motor memiliki 22 hingga 48 botol untuk setiap jenisnya. Metode ini sangat membantu dalam mengurangi jumlah barang yang tidak tersedia sehingga tidak mengganggu proses penjualan.