Analisa Pengukuran Kinerja Mesin Compression Moulding Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Studi Kasus PT. XYZ

Authors

  • Kelfian Simaremare Universitas Potensi Utama
  • Nita Marikena Universitas Potensi Utama

Keywords:

Analisa, Pengukuran kinerja , OEE

Abstract

Industri manufaktur di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun
terakhir. Salah satu industri manufaktur yang cukup populer dan berperan penting dalam perekonomian
Indonesia adalah industri sandal jepit karet. Sandal jepit karet telah menjadi salah satu produk yang
sangat diminati oleh masyarakat luas karena kepraktisan dan kenyamanannya dalam digunakan seharihari.

Permintaan yang tinggi terhadap produk ini menuntut produsen untuk memastikan efisiensi dan
kualitas produksi yang optimal. Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah alat pengukuran
kuantitatif untuk mengidentifikasi biaya produksi tidak langsung yang tidak terlihat, seperti pemborosan
pada proses produksi. Pemborosan pada proses produksi ini dapat diakibatkan oleh permasalahan pada
ketersediaan, performansi, dan kualitas (Nurwulan, N. R., & Fikri, D. K , 2020).dapat diketahui bahwa
setelah membandingkan nilai OEE standar internasional dengan nilai OEE dari hasil perhitungan yang
telah dilakukan terhadap mesin Compression Moulding dapat diperoleh kesimpulan bahwa nilai rata-rata
hitungan OEE untuk mesin Compression Moulding dua pada PT. XYZ masih jauh dari Standar Nilai OEE
Internasional yaitu hanya sebesar 70,97% sementara nilai OEE yang ditetapkan adalah sebesar 85,40%
terdapat selisih nilai sebesar 14,43%. Dengan demikian maka perlu dilakukan perbaikan terhadap nilai
availability, performance dan quality yang berada dibawah standar yang telah ditentukan. Hasil
perhitungan rasio terhadap tiga faktor penilaian metode OEE pada mesin compression moulding yang
telah dilakukan memperoleh hasil bahwa mesin compression moulding dua yang dipergunakan berada
dibawah standar rasio OEE internasional yang bernilai 85,40%. .Perhitungan nilai rasio terhadap tiga
faktor penilaian OEE dilakukan tidak hanya kinerja mesin saja, namun juga terhadap kecepatan kerja
dan hasil produk yang dihasilkan per produksi. Perlu memperhatikan usia dari mesin yang dipergunakan
dalam proses produksi melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah proses produksi selesai sehingga
dapat mengetahui jika terdapat indikasi kerusakan yang diakibatkan proses produksi sebelumnya.

Downloads

Published

2024-02-12

Issue

Section

Articles