Peranan Suara Dalam Film Dokudrama “Bondar Hatabosi”
Keywords:
Film, Suara, Diegetic, Emosi, DokudramaAbstract
Karya seni “Peranan Suara Dalam Film Dokudrama Bondar Hatabosi” ini bertujuan untuk menciptakan sebuah film dokudrama yang memberikan refleksi tentang bagaimana suara pada film baik suara alam maupun suara berbentuk kebudayaan pada desa Luat Hatabosi, Tapanuli Selatan mampu berperan begitu krusial terhadap filmnya. Penciptaan karya film ini bergenre dokudrama karena mengangkat cerita berdasarkan kisah nyata dari reka ulang sejarah dengan unsur dramatisasi. Dari alasan tersebutlah maka penggunaan suara yang real sangat sesuai akan genre pada film ini, yakni dokudrama. Metodologi penciptaan pada karya film ini menggunakan beberapa metode yakni wawancara, observasi atau survei, artefak, dokumen dan catatan, metode visual, dan metode pengolahan data. Semuanya bersumber dari Gaye Tuchman dengan nama metode historis. Objek penciptaan karya seni ini adalah suara-suara alam serta lingkungan berupa kebudayaan yang ada pada desa Luat Hatabosi sehingga mampu berperan penting pada film dokudrama “Bondar Hatabosi” ini, salah satunya adalah untuk membentuk emosi pada audience. Emosi audience yang dimaksud, seperti timbulnya positive vibe, relaxing, ketenangan, dan sebagainya dikarenakan sifat suara-suara alam yang mampu menstimulus otak dalam mengontrol emosional manusia. Konsep penciptaan karya ini terfokuskan pada aspek diegetic sound. Diegetic sound sendiri adalah segala bentuk suara yang terdapat di dalam dunia cerita pada film. Diegetic sound pada film dikelompokkan menjadi dua bentuk, yakni onscreen sound dan offscreen sound. Onscreen sound diartikan sebagai seluruh suara yang dihasilkan oleh pelaku cerita dan objek yang terdapat di dalam frame. Sedangkan offscreen sound diartikan sebagai seluruh suara yang dihasilkan dari luar frame.